
Jakarta (UNAS) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan menjamin keselamatan kerja di lingkungan kampus, Badan Pengembangan Profesi Universitas Nasional (BP-Pro Unas) bersama Biro Administrasi Sumber Daya Manusia (BSDM Unas) menggelar pelatihan dan sertifikasi profesi bidang Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum. Kegiatan yang ditujukan bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) Unas lintas fakultas dan biro ini diselenggarakan dengan menggandeng mitra profesional, yaitu Lembaga Pelatihan Kerja Teknik Indonesi (LPKTI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Tambang Indonesia (LSP TTI).
Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama dua hari penuh, dimulai dengan sesi pelatihan yang dikemas dalam metode pembekalan materi intensif mengenai regulasi dan penerapan K3 yang dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026. Keesokan harinya, Selasa, 14 April 2026, para peserta langsung diuji kelayakannya melalui Uji Kompetensi resmi. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di ruang BP-Pro Lantai 2 Gedung A, Universitas Nasional Kampus Pejaten, Jakarta Selatan melalui sambungan Zoom.

Pelatihan dan sertifikasi K3 Umum kali ini diikuti oleh enam peserta terpilih yang mewakili berbagai unit kerja, fakultas, badan, dan biro di lingkungan Unas. Kehadiran perwakilan lintas unit ini diharapkan dapat menjadi pionir serta agen perubahan dalam menerapkan standar budaya K3 yang merata di seluruh sudut universitas, mulai dari area perkantoran, ruang kelas, hingga ruang laboratorium fakultas.
Berikut, daftar nama peserta yang mengikuti kegiatan ini :
- Ernawati, SE., M.Ak. dari Fakultas Teknik dan Sains
- Priono Hasiholan,ST., MM. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Yani Suryani, S.Tr. Fakultas Ilmu Kesehatan
- Rahmat Kurniady, S.E. dari Biro Adminisrasi Umum
- Muklis Haryono, S.Kom. dari Biro Adminisrasi Umum
- Adi Suwito,S.Pd., S.T. dari Biro Adminisrasi Umum
Melalui program sertifikasi ini, Universitas Nasional melalui BP-Pro dan BSDM Unas menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari risiko kecelakaan. Dengan bekal sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP, para tendik yang telah lulus diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan mitigasi risiko secara mandiri, dan memastikan seluruh aktivitas operasional di Kampus Unas berjalan sesuai standar keselamatan kerja nasional.


Leave a Reply